Profil Negara-negara Anggota ASEAN
Filipina
adalah sebuah negara republik di Asia Tenggara, sebelah utara Indonesia
dan Malaysia. Filipina merupakan sebuah negara kepulauan. Negara ini
terdiri dari 7.107 pulau. Filipina seringkali dianggap sebagai
satu-satunya negara Asia Tenggara di mana pengaruh budaya Barat terasa
sangat kuat.
Masalah-masalah
besar negara ini termasuk gerakan separatis muslim di sebelah selatan
Mindanao, pemberontak-pemberontak dari Tentara Rakyat Baru (New People’s Army)
yang beraliran komunis di wilayah-wilayah pedesaan, kebijakan-kebijakan
pemerintah yang sering tidak konsisten, tingkat kejahatan yang makin
meningkat, dan kerusakan lingkungan seperti penebangan hutan dan polusi
laut. Filipina juga mengalami masalah banyaknya penduduk di
daerah-daerah perkotaan akibat kurangnya lapangan pekerjaan di wilayah
pedesaan dan tingkat kelahiran yang tinggi
Indonesia
Sejarah
Indonesia banyak dipengaruhi oleh bangsa lainnya. Kepulauan Indonesia
menjadi wilayah perdagangan penting setidaknya sejak abad ke-7, yaitu
ketika Kerajaan Sriwijaya di Palembang menjalin hubungan agama dan
perdagangan dengan Tiongkok dan India. Kerajaan-kerajaan Hindu dan
Buddha telah tumbuh pada awal abad Masehi, diikuti para pedagang yang
membawa agama Islam, serta berbagai kekuatan Eropa yang saling bertempur
untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah Maluku semasa era
penjelajahan samudra. Setelah berada di bawah penjajahan Belanda,
Indonesia yang saat itu bernama Hindia Belanda menyatakan kemerdekaannya
di akhir Perang Dunia II. Selanjutnya Indonesia mendapat berbagai
hambatan, ancaman dan tantangan dari bencana alam, korupsi, separatisme,
proses demokratisasi dan periode perubahan ekonomi yang pesat.
Dari Sabang
sampai Merauke, Indonesia terdiri dari berbagai suku, bahasa dan agama
yang berbeda. Suku Jawa adalah grup etnis terbesar dan secara politis
paling dominan. Semboyan nasional Indonesia, “Bhinneka tunggal ika”
(“Berbeda-beda tetapi tetap satu”), berarti keberagaman yang membentuk
negara. Selain memiliki populasi padat dan wilayah yang luas, Indonesia
memiliki wilayah alam yang mendukung tingkat keanekaragaman hayati
terbesar kedua di dunia.
Malaysia
Malaysia
sebagai negara persekutuan tidak pernah ada sampai tahun 1963.
Sebelumnya, sekumpulan koloni didirikan oleh Britania Raya pada akhir
abad ke-18, dan paro barat Malaysia modern terdiri dari beberapa
kerajaan yang terpisah-pisah. Kumpulan wilayah jajahan itu dikenal
sebagai Malaya Britania hingga pembubarannya pada 1946, ketika kumpulan
itu disusun kembali sebagai Uni Malaya. Karena semakin meluasnya
tentangan, kumpulan itu lagi-lagi disusun kembali sebagai Federasi
Malaya pada tahun 1948 dan kemudian meraih kemerdekaan pada 31 Agustus
1957.[1][12]
Pada 16
September 1963 sesuai dengan Resolusi Majelis Umum PBB 1514 dalam proses
dekolonialisasi, Singapura, Sarawak, Borneo Utara atau yang sekarang
lebih dikenal sebagai Sabah berubah menjadi negara bagian dari federasi
bentukan baru yang bernama Malaysia termasuk dengan Federasi Malaya.[2][13]
dan pada 9 Agustus 1965 Singapura kemudian dikeluarkan dari Malaysia
dan menjadi negara merdeka yang bernama Republik Singapura.[14][15] saat tahun-tahun awal pembentukan federasi baru terdapat pula tentangan dari Filipina dan konflik militer dengan Indonesia[16]
Bangsa-bangsa
di Asia Tenggara mengalami ledakan ekonomi dan menjalani perkembangan
yang cepat di penghujung abad ke-20. Pertumbuhan yang cepat pada
dasawarsa 1980-an dan 1990-an, rata-rata 8% dari tahun 1991 hingga 1997,
telah mengubah Malaysia menjadi negara industri baru.[17][18]
Karena Malaysia adalah salah satu dari tiga negara yang menguasai Selat
Malaka, perdagangan internasional berperan penting di dalam ekonominya.[19] Pada suatu ketika, Malaysia pernah menjadi penghasil timah, karet dan minyak kelapa sawit di dunia.[20] Industri manufaktur memiliki pengaruh besar bagi ekonomi negara ini.[21] Malaysia juga dipandang sebagai salah satu dari 18 negara berkeanekaragaman hayati terbesar di dunia.[22]
Suku Melayu
menjadi bagian terbesar dari populasi Malaysia. Terdapat pula komunitas
Tionghoa-Malaysia dan India-Malaysia yang cukup besar.[23] Bahasa Melayu[24] dan Islam masing-masing menjadi bahasa dan agama resmi negara.[7][25]
Malaysia adalah anggota perintis ASEAN dan turut serta di berbagai organisasi internasional, seperti PBB.[26][27] Sebagai bekas jajahan Inggris, Malaysia juga menjadi anggota Negara-Negara Persemakmuran.[28] Malaysia juga menjadi anggota D-8.[29]
Singapura
Singapura
memiliki sejarah imigrasi yang panjang. Penduduknya yang beragam
berjumlah 5 juta jiwa, terdiri dari Cina, Melayu, India, berbagai
keturunan Asia, dan Kaukasoid.[17] 42% penduduk Singapura adalah orang asing yang bekerja dan menuntut ilmu di sana. Pekerja asing membentuk 50% dari sektor jasa.[18][19] Negara ini adalah yang terpadat kedua di dunia setelah Monako.[20] A.T. Kearney menyebut Singapura sebagai negara paling terglobalisasi di dunia dalam Indeks Globalisasi tahun 2006.[21]
Sebelum
merdeka tahun 1965, Singapura adalah pelabuhan dagang yang beragam
dengan PDB per kapita $511, tertinggi ketiga di Asia Timur pada saat
itu.[22] Setelah merdeka, investasi asing langsung dan usaha
pemerintah untuk industrialisasi berdasarkan rencana bekas Deputi
Perdana Menteri Dr. Goh Keng Swee membentuk ekonomi Singapura saat ini.[23]
Economist
Intelligence Unit dalam “Indeks Kualitas Hidup” menempatkan Singapura
pada peringkat satu kualitas hidup terbaik di Asia dan kesebelas di
dunia.[24] Singapura memiliki cadangan devisa terbesar kesembilan di dunia.[25][26] Negara ini juga memiliki angkatan bersenjata yang maju.[27][28]
Setelah PDB-nya berkurang -6.8% pada kuartal ke-4 tahun 2009,[29] Singapura mendapatkan gelar pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia, dengan pertumbuhan PDB 17.9% pada pertengahan pertama 2010.[30]
Thailand
Brunei Darussalam
Nama Borneo
diberikan oleh orang-orang Inggris berdasarkan nama wilayah ini karena
pada masa lalu orang Eropa berdagang melalui bandar di Brunei sebagai
bandar perniagaan terbesar di pulau ini.
Vietnam
Laos
Myanmar
Republik Persatuan Myanmar (juga dikenal sebagai Birma, disebut “Burma” di
dunia Barat) adalah sebuah negara di Asia Tenggara. Negara seluas 680
ribu km² ini telah diperintah oleh pemerintahan militer sejak kudeta
tahun 1988. Negara ini adalah negara berkembang dan memiliki populasi
lebih dari 50 juta jiwa. Ibu kota negara ini sebelumnya terletak di
Yangon sebelum dipindahkan oleh pemerintahan junta militer ke Naypyidaw
pada tanggal 7 November 2005.
Pada 1988,
terjadi gelombang demonstrasi besar menentang pemerintahan junta
militer. Gelombang demonstrasi ini berakhir dengan tindak kekerasan yang
dilakukan tentara terhadap para demonstran. Lebih dari 3000 orang
terbunuh.
Pada pemilu
1990 partai pro-demokrasi pimpinan Aung San Suu Kyi memenangi 82 persen
suara namun hasil pemilu ini tidak diakui rezim militer yang berkuasa.
Kamboja
Kamboja
berbatasan dengan Thailand di sebelah barat, Laos di utara, Vietnam di
timur, dan Teluk Thailand di selatan. Sungai Mekong dan Danau Tonle Sap
melintasi negara ini.
Menjelang
kemerdekaannya, Negara Kesatuan Republik Indonesia banyak membantu
negara Kamboja ini. Buku – buku taktik perang karangan perwira militer
Indonesia banyak digunakan oleh militer Kamboja. Oleh karenanya, para
calon perwira di militer Kamboja, wajib belajar dan dapat berbahasa
Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar